Enam Kasus Kaki Gajah Ditemukan, Survei Eliminasi Kutim Masih Berpacu dengan Risiko Penularan

waktu baca 2 menit
Rabu, 7 Okt 2026 09:44 0 21 Redaksi

Kutai Timur – Target eliminasi kaki gajah di Kabupaten Kutai Timur masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan lanjutan setelah sebelumnya ditemukan enam orang positif berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan.

Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim), Sumarno mengatakan, pemerintah daerah kini menjalankan survei melalui kegiatan Bulking Impact Survey untuk memastikan kondisi setelah pemberian obat massal yang telah dilakukan beberapa tahun sebelumnya.

Menurutnya, survei tersebut menjadi penting karena hasil pemeriksaan akan menentukan apakah masih terdapat masyarakat yang positif kaki gajah atau Kutai Timur dapat melanjutkan tahapan menuju eliminasi penyakit tersebut.

“Untuk kaki gajah, di Kutai Timur memang ada rencana eliminasi dan saat ini kita sudah melaksanakan survei melalui kegiatan Bulking Impact Survey,” ujar Sumarno di Kantor Dinkes Kutim, Rabu (7/10/2026).

Ia menyebutkan, enam kasus positif yang pernah ditemukan menjadi alasan pemeriksaan kembali tidak dapat diabaikan, terutama untuk memastikan tidak ada kasus yang masih tersisa setelah intervensi melalui pemberian obat massal.

Apabila survei kembali menemukan masyarakat yang positif, Dinkes Kutim akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi penyakitnya sehingga temuan tersebut dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau dalam pemeriksaan kembali ditemukan masyarakat yang positif, mereka akan diberikan pengobatan sesuai kondisi penyakitnya,” jelasnya.

Sebaliknya, apabila pemeriksaan tidak lagi menemukan kasus positif, pemerintah daerah dapat melanjutkan upaya menuju eliminasi kaki gajah, tetapi capaian tersebut tetap bergantung pada hasil survei dan kepastian tidak adanya penularan.

Sumarno menjelaskan, kaki gajah berkaitan dengan pembengkakan pada kaki akibat gangguan sistem getah bening, terutama ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut sehingga penemuan kasus sejak tahap awal menjadi penting.

“Kalau masih berada pada stadium awal, penyakit tersebut masih bisa ditangani sehingga pemeriksaan setelah pemberian obat massal menjadi penting untuk menemukan kasus sedini mungkin,” tuturnya.

Karena itu, partisipasi masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan survei sekaligus memastikan Kutai Timur tidak lagi menyisakan kasus penularan menuju target eliminasi penyakit tersebut. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA