Anggaran Siap, Regenerasi Atlet Jadi Tantangan Kutim di Porprov Kaltim

waktu baca 2 menit
Kamis, 24 Sep 2026 15:18 0 12 Redaksi

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan bahwa ketersediaan anggaran untuk menghadapi perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah siap secara matang. Namun di sisi lain, kesiapan serta ketersediaan atlet kini justru menjadi tantangan tersendiri setelah adanya aturan pembatasan usia yang membuat sejumlah atlet berprestasi tidak lagi bisa memperkuat kontingen daerah tercinta ini secara optimal.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan ketersediaan anggaran bukanlah menjadi persoalan utama dalam persiapan menuju Porprov. Pemerintah daerah selalu siap memberikan dukungan finansial yang dibutuhkan untuk memaksimalkan persiapan atlet secara keseluruhan tanpa ada hambatan yang berarti.

“Anggaran kita ready, alhamdulillah. Justru itu salah satu keunggulan utama kita, bahwa anggaran kita ready. Tinggal sekarang kesediaan atlet kita,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, Kutim saat ini mengalami perubahan yang cukup besar dalam komposisi atlet akibat adanya aturan pembatasan usia tersebut. Sejumlah atlet yang sebelumnya sudah dipersiapkan secara matang terpaksa tidak dapat diturunkan karena telah melewati batas ketentuan umur yang berlaku.

Kondisi tersebut sebenarnya juga turut dihadapi oleh daerah lain. Namun, Mahyunadi menilai beberapa daerah tetangga seperti Balikpapan telah lebih dulu membangun sistem pembinaan atlet muda secara konsisten melalui sekolah khusus olahraga sejak usia dini.

“Balikpapan, misalnya, dia persiapan sudah sejak jauh-jauh hari. Dia punya sekolah-sekolah atlet, sekolah bola, sekolah cabang olahraga yang mendidik anak-anak di usia dini untuk atletnya,” ujarnya.

Kutim kini dituntut mempercepat regenerasi agar tidak tertinggal dari daerah yang telah lebih dahulu memiliki basis atlet muda secara matang. Pembinaan tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Porprov saat ini, tetapi juga menyiapkan atlet yang dapat menjadi andalan pada ajang berikutnya.

Mahyunadi mengatakan pemetaan atlet juga perlu diperkuat agar pemerintah dan KONI dapat mengetahui potensi atlet muda yang bisa dikembangkan. Data dari masing-masing cabang olahraga diharapkan membantu menentukan kebutuhan pembinaan secara lebih terarah.

“Kita tidak bisa ketinggalan. Maka dengan adanya digitalisasi cabang olahraga ini, kita harapkan mampu memberikan jawaban terhadap kebutuhan atlet pada Porprov yang akan datang,” tutupnya.ADV

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA