UMKM Sangatta Selatan Didata Ulang, Produk Unggulan Disiapkan Jadi Potensi Ekonomi

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 14:24 0 39 Redaksi

Kutai Timur – Potensi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Sangatta Selatan dinilai cukup besar, namun pemerintah kecamatan masih perlu memastikan kembali usaha mana yang benar-benar aktif dan mampu terus berjalan.

Pendataan ulang kini dilakukan untuk memperoleh gambaran terbaru mengenai keberadaan UMKM, sekaligus memisahkan usaha yang masih konsisten beroperasi dengan usaha yang sudah berhenti atau tidak lagi berjalan.

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi menyebut wilayahnya memiliki sejumlah produk unggulan yang berpotensi menjadi kekuatan ekonomi masyarakat, mulai dari madu kelulut hingga makanan olahan yang telah dikenal lebih luas.

Pendataan tersebut dilakukan bersama kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ditugaskan untuk mengidentifikasi kembali kondisi UMKM di masing-masing wilayah.

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan potensi UMKM di wilayahnya cukup besar dan memiliki beragam produk unggulan, di Kantor Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur.

“Potensi UMKM Sangatta Selatan luar biasa, kita punya produk-produk unggulan sebenarnya,” kata Dewi.

Ia menyebut sejumlah produk yang menjadi bagian dari potensi UMKM Sangatta Selatan, di antaranya madu kelulut, amplang dan berbagai jenis kacang-kacangan yang diproduksi masyarakat.

“Seperti madu kelulut, kemudian amplang, jenis kacang-kacangan dan sebagainya,” ujarnya.

Selain produk tersebut, Dewi juga menyebut sambal pecel sebagai salah satu produk yang dinilai telah dikenal secara nasional, meski pendataan kondisi usaha tetap diperlukan untuk memastikan keberlangsungannya.

“Termasuk sambal pecel yang sudah menasional kalau enggak salah, banyak produk unggulan yang ada di Sangatta Selatan,” tuturnya.

Menurut dia, pendataan ulang dilakukan bukan hanya untuk mengetahui jumlah UMKM, tetapi juga melihat keberlanjutan usaha sehingga pemerintah memiliki gambaran mengenai pelaku usaha yang masih aktif.

“Saat ini kita lagi proses pendataan kembali, kita memastikan mana UMKM yang konsisten berjalan dan mana yang memang sudah selesai atau tidak berjalan lagi,” jelasnya.

Dewi mengatakan proses pendataan tersebut melibatkan PKK yang saat ini ditugaskan untuk melakukan pendataan terhadap UMKM di wilayah Sangatta Selatan.

“Teman-teman PKK lagi saya tugaskan untuk melakukan pendataan terkait UMKM kita, posisinya masih saat ini masih di pendataan,” tandasnya.

Pendataan ulang tersebut diharapkan menjadi dasar untuk melihat kembali potensi ekonomi masyarakat Sangatta Selatan, terutama melalui UMKM yang masih aktif dan memiliki produk unggulan untuk terus dikembangkan. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA