Kutai Timur – Wilayah Singa Geweh menjadi salah satu titik dengan intensitas kebakaran hutan dan lahan yang tinggi di Kecamatan Sangatta Selatan, terutama pada periode 10 hingga sekitar akhir Agustus.
Kondisi tersebut mendapat perhatian karena wilayah Singa Geweh berada di kawasan gambut yang disebut menjadi lokasi paling intens mengalami kejadian kebakaran pada periode tersebut.
Pemerintah Kecamatan Sangatta Selatan tidak hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul, tetapi memperkuat pencegahan melalui patroli rutin menggunakan drone, sepeda motor dan pemantauan langsung di lapangan.
Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mengatakan kondisi kebakaran sebelumnya relatif merata, tetapi Singa Geweh menjadi wilayah yang paling intens selama periode tersebut, di Kantor Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur.
“Hampir di semua merata, tapi yang paling intens kemarin itu dari tanggal 10 sampai tanggal 30-an Agustus memang di wilayah Singa Geweh,” kata Dewi.
Menurut dia, karakter wilayah yang berada di kawasan gambut menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian dalam pengendalian kebakaran, sementara kondisi di wilayah tersebut saat ini mulai lebih terjaga.
“Posisinya gambut, yang paling intens ya, alhamdulillah di sini sudah mulai terjaga,” ujarnya.
Dewi menjelaskan patroli menjadi bagian dari upaya pencegahan dengan melibatkan pemantauan menggunakan drone, sepeda motor dan kegiatan berkeliling untuk menemukan titik api sedini mungkin.
“Kita selain konsepnya pemadaman juga patroli secara rutin, teman-teman patroli lewat drone, lewat motor, jalan keliling,” tuturnya.
Pemantauan terutama diperkuat pada siang hari karena ketika ditemukan titik api kecil, petugas dapat langsung melakukan pemadaman sebelum kondisi tersebut berkembang lebih luas.
“Khususnya di kondisi siang seperti ini ketika ada titik api kecil kita langsung padamkan,” jelasnya.
Selain pemantauan dan pemadaman dini, pemerintah kecamatan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kondisi yang dihadapi saat ini dan pentingnya mencegah pembakaran.
“Selain patroli kita juga melakukan sosialisasi, memberikan edukasi ke masyarakat dan informasi bahwa saat ini kondisi El Nino tidak boleh membakar,” tandasnya.
Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat pencegahan kebakaran melalui deteksi dini sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan pembakaran ketika kondisi lingkungan sedang rawan. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar