Sangatta Selatan Soroti Ketimpangan, Fasum dan Fasos Mendesak Jadi Prioritas Pembangunan

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 11:53 0 34 Redaksi

Kutai Timur – Ketimpangan pembangunan antara wilayah utara dan selatan menjadi perhatian Kecamatan Sangatta Selatan, terutama terkait ketersediaan fasilitas umum dan fasilitas sosial yang dinilai masih membutuhkan perhatian pemerintah kabupaten.

Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi mendorong fasilitas umum dan fasilitas sosial menjadi salah satu prioritas pembangunan, khususnya pada wilayah di luar Taman Nasional Kutai (TNK), sementara kawasan yang berada di dalam TNK tetap diupayakan agar tidak terabaikan.

Menurut Dewi, kebutuhan pembangunan tersebut berkaitan langsung dengan layanan dasar masyarakat, terutama listrik, air dan akses jalan yang masih menjadi persoalan mendesak di Kecamatan Sangatta Selatan.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten segera menerbitkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan TNK untuk mengakomodasi pembangunan fasilitas umum dan fasilitas sosial di wilayah yang berkaitan dengan kawasan tersebut.

“Kita masuk wilayah yang memang kontras sekali pembangunan di utara dengan di selatan,” kata Dewi di Kantor Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur.

Dewi mengatakan usulan pembangunan yang menjadi fokus Kecamatan Sangatta Selatan adalah fasilitas umum dan fasilitas sosial, dengan prioritas diarahkan terutama pada wilayah di luar TNK.

“Saya fokusnya itu mengusulkan terkait dengan fasum fasos di Kecamatan Sangatta Selatan, khususnya harus yang menjadi prioritas itu di luar wilayah TNK,” ujarnya.

Meski demikian, kawasan yang berada di dalam TNK juga tidak dikesampingkan karena pemerintah kecamatan mendorong adanya kerja sama agar kebutuhan fasilitas masyarakat tetap dapat diperhatikan.

“Kita mendorong pemerintah kabupaten untuk segera menerbitkan PKS dengan TNK khusus untuk fasilitas umum dan fasos di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan,” tuturnya.

Selain fasilitas dasar, akses antarwilayah menjadi persoalan lain karena Kecamatan Sangatta Selatan saat ini disebut belum memiliki jalan penghubung antardesa, sehingga pembangunan infrastruktur jalan dinilai perlu mendapat perhatian lebih besar.

“Yang paling urgent kami butuhkan adalah terkait dengan listrik, air dan jalan,” jelasnya.

Harapan pembangunan juga diarahkan pada jalan ring road yang dinilai dapat memperpendek akses masyarakat apabila seluruh jalurnya berhasil terhubung.

“Ketika jalan ring road ini bisa terhubung, maka secara otomatis ini akan memperpendek akses masyarakat,” tandasnya.

Karena itu, pemerintah kecamatan terus mendorong agar pembangunan akses jalan dan fasilitas dasar tersebut masuk dalam prioritas pembangunan pemerintah kabupaten untuk menjawab kebutuhan masyarakat Sangatta Selatan. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA