BPSDM Kaltim Jadi Entitas Pertama Laksanakan Sosialisasi Identitas Kependudukan Digital

waktu baca 3 menit
Kamis, 15 Jan 2026 13:15 0 822 Redaksi

Noisenews,.co Samarinda – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur menjadi entitas pertama di lingkungan Pemprov Kaltim yang melaksanakan sosialisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kaltim.

Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kaltim, Vincentius Samadi Ponco Putro, yang mewakili Kepala Disdukcapil Kaltim Kasmawati, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPSDM Kaltim yang mengundang pihaknya untuk melakukan sosialisasi IKD. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Aula II BPSDM Kaltim, Selasa (14/1).

Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa selama ini Disdukcapil Kaltim aktif melakukan sosialisasi program kependudukan melalui berbagai event pameran. Namun kali ini, BPSDM secara khusus meminta pelaksanaan sosialisasi langsung di lingkungan instansi.“Selama ini Disdukcapil Provinsi Kalimantan Timur cukup aktif melakukan sosialisasi program kependudukan saat event-event pameran. Namun kali ini kami secara khusus meminta agar seluruh ASN, termasuk petugas keamanan dan tenaga kebersihan di lingkungan BPSDM Kaltim, dapat memiliki dan mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital,” ujar Nina Dewi.

Sementara itu, Vincentius mengingatkan seluruh peserta untuk mewaspadai berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil terkait aktivasi IKD. Ia menegaskan bahwa Disdukcapil tidak pernah menghubungi masyarakat secara langsung melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon.“Perlu kami tegaskan bahwa Disdukcapil tidak pernah menghubungi masyarakat melalui WhatsApp maupun telepon untuk aktivasi IKD.

Ini penting kami sampaikan karena sudah ada kasus penipuan yang mengatasnamakan Disdukcapil,” tegas Vincentius.Ia mengungkapkan, di Kalimantan Timur telah terjadi sejumlah kasus penipuan dengan modus aktivasi IKD yang mengakibatkan kerugian finansial sangat besar.“Baru-baru ini di Kalimantan Timur, ada ASN yang kehilangan tabungan hingga Rp150 juta akibat aktivasi IKD melalui pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan terdapat anggota kepolisian yang mengalami kerugian hingga Rp500 juta,” ungkapnya.Lebih lanjut, Vincentius menyampaikan bahwa target aktivasi IKD secara nasional ditetapkan sebesar 30 persen dari total penduduk di setiap provinsi. Namun hingga saat ini, tingkat aktivasi IKD di Kalimantan Timur baru mencapai 7,24 persen.Menurutnya, aktivasi IKD memiliki manfaat besar dalam mempermudah masyarakat mengakses berbagai layanan publik.

Ia mencontohkan, di Kota Balikpapan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) telah mensyaratkan aktivasi IKD. Sementara di Samarinda, ke depan pembayaran retribusi air minum PDAM serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) juga direncanakan mewajibkan kepemilikan IKD.Rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam aktivasi IKD, lanjut Vincentius, dipengaruhi oleh kekhawatiran masyarakat akibat maraknya praktik penipuan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat respons positif dari para peserta. Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi ASN. Ia mengaku harus mengulang proses pendaftaran hingga tiga kali akibat kendala jaringan internet, namun tetap antusias mengikuti aktivasi IKD.“Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan BPSDM Kaltim yang telah menangkap peluang dan memfasilitasi kegiatan ini.

Sosialisasi dan aktivasi IKD sangat bermanfaat bagi ASN,” ujar Jauhar.Ia menambahkan, BPSDM Kaltim menyiapkan empat meja layanan untuk aktivasi IKD sekaligus tempat konsultasi. Tingginya antusiasme peserta membuat antrean aktivasi cukup panjang sepanjang kegiatan berlangsung

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA