Kutai Timur – Di tengah berbagai tantangan yang masih membayangi dunia pendidikan nasional, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) justru mampu menghadirkan capaian yang jarang ditemukan di daerah lain. Melalui Program Beasiswa Emas Daerah, pemerintah setempat berhasil membuka peluang besar bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan tinggi di kampus-kampus terkemuka Indonesia. Setiap tahun, sebanyak 50 lulusan SMA dari Kutim dikirim untuk melanjutkan studi di universitas unggulan seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), hingga Institut Teknologi Bandung (ITB).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa program yang mulai berjalan sejak 2024 ini menjadi salah satu bentuk investasi terbesar pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia berkualitas di masa depan. “Kami bisa kirim 50 anak per tahun ke kampus terbaik. Itu rekor,” ujarnya kepada awak media.
Komitmen peningkatan kualitas pendidikan di Kutim juga tidak hanya diberikan kepada siswa. Para guru turut mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan mereka. Melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), guru-guru yang belum mengantongi gelar sarjana dapat menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang. “Guru-guru yang belum S1 kami kuliahkan melalui RPL. Dua tahun cukup, karena mereka sudah punya pengalaman kerja,” jelasnya.
Tidak berhenti di situ, Pemkab Kutim juga memperkuat kompetensi guru inklusi. Tahun lalu, sebanyak 191 guru dinyatakan lulus pendidikan inklusi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tahun ini, pemerintah kembali mengirim 300 guru untuk mengikuti program serupa sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan pendidikan bagi seluruh anak, termasuk yang berkebutuhan khusus.
Serangkaian langkah tersebut menunjukkan arah pembangunan Kutim yang berfokus pada pendidikan berkualitas dan pemerataan kesempatan belajar. Dari ruang kelas hingga perguruan tinggi ternama, pemerintah daerah terus membangun fondasi kuat bagi lahirnya generasi emas Kutai Timur. (ADV)

Tidak ada komentar