Ketika Sungai Naik, Warga Batu Timbau Tetap Bertahan dengan Tenang

waktu baca 2 menit
Senin, 17 Nov 2025 03:13 0 60 Redaksi

Kutai Timur – Di tepian sungai yang mengalir tenang di musim kemarau, masyarakat Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu hidup berdampingan dengan alam yang kadang bersahabat, kadang menguji.

Saat hujan turun deras dari hulu, air sungai perlahan naik, menenggelamkan halaman rumah dan jalan desa. Namun bagi warga di sana, banjir bukan bencana besar, melainkan bagian dari ritme kehidupan yang sudah mereka pahami dan terima sejak lama.

Camat Batu Ampar, Suriansyah, menjelaskan bahwa wilayah kedua desa tersebut memang kerap mengalami banjir musiman karena letaknya berada di tepi sungai.

“Wilayah Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu juga termasuk daerah yang kerap mengalami banjir musiman karena berada di tepi sungai,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa meski banjir datang hampir setiap tahun, kondisi itu jarang menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

“Biasanya terjadi setahun sekali dan cepat surut,” katanya.

Menurutnya, masyarakat sudah terbiasa menghadapi kondisi itu dengan kesiapsiagaan yang baik. Pemerintah kecamatan bersama perangkat desa juga rutin melakukan pemantauan debit air dan memastikan jalur evakuasi tetap aman.

Dalam jangka panjang, perbaikan drainase dan penataan bantaran sungai akan menjadi fokus agar aktivitas warga tidak terganggu setiap kali musim hujan tiba.

“Warga kita sudah tangguh, mereka tahu kapan harus waspada dan bagaimana bertindak,” ujar Suriansyah menegaskan.

Bagi masyarakat Batu Timbau dan Batu Timbau Ulu, setiap banjir adalah pengingat bahwa hidup di tepi sungai berarti hidup berdampingan dengan alam dan di sanalah mereka belajar bertahan dengan tenang, tanpa kehilangan semangat untuk terus melangkah(SH/ADV).

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA