Rawat Demokrasi di Kutai Timur, Sulasih Gelar Sosialisasi Demokrasi Daerah

waktu baca 3 menit
Sabtu, 15 Feb 2025 08:03 0 150 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Sulasih saat menggelar kegiatan Sosialisasi Penguatan Demokrasi Daerah, pada Sabtu (15/2/25). (Erni/Noisenews.co)

Noisenews.co,  Kutai Timur  Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sulasih menggelar sosialisasi Penguatan Demokrasi di Gedung Arga Eks Mesfa Mulia, Jalan Yos Sudarso 3, Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sanggata Utara, Kabupaten Kutai Timur, pada Sabtu (15/2/25).

Dalam sambutannya Sulasih menjelaskan terkait Demokrasi. Demokrasi merupakan sistem pemerintahan di mana kekuasaan berada di tangan rakyat. 

Dalam demokrasi, setiap warga negara memiliki hak untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, baik melalui pemilihan umum maupun melalui suara dalam berbagai forum.

“Rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin dan menentukan arah kebijakan. Tak hanya itu, Semua suara dianggap sama, tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, atau budaya,” ungkap Sulasih.

Diketahui ada  beberapa macam hakikat demokrasi yang harus dipahami oleh semua kalangan masyarakat, seperti halnya Keputusan yang diambil pemerintah harus mencerminkan kehendak mayoritas, tetapi tetap menghormati hak-hak minoritas. 

Pemerintah harus terbuka terhadap rakyat dan bertanggung jawab atas tindakan yang diambil.

“Perlu kita ketahui Demokrasi itu menjamin perlindungan hak-hak dasar setiap individu, seperti kebebasan berbicara, berkumpul, dan beragama,” terangnya.

Dilanjut Murtiningsih selaku Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Kutim sebagai Narasumber juga memaparkan model-model demokrasi yang saat ini ada. Seperti halnya demokrasi parlementer atau legislatif yang menjadi wakil masyarakat saat ini. 

Demokrasi ini Dalam model ini, kekuasaan legislatif lebih tinggi dari pada eksekutif. Perdana menteri sebagai kepala pemerintahan diangkat oleh parlemen, dan presiden berfungsi sebagai kepala negara.

“Kalau demokrasi langsung, Rakyat berpartisipasi langsung dalam pengambilan keputusan tanpa perantara. Contohnya adalah referendum di Swiss, di mana semua warga negara memiliki suara dalam isu-isu penting,” jabarnya.

Ulfa Jamilatul juga selaku Narasumber dalam kegiatan ini berharap, kegiatan sosialisasi penguatan demokrasi daerah yang dilakukan oleh DPRD dapat memberikan dampak positif dalam membentuk masyarakat yang memiliki kesadaran dan jiwa demokrasi yang tinggi.

Ia pun juga menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi hal-hal yang justru memecah belah kita semua.

“Kita semua satu, jangan sampai perbedaan ini justru menjadi alat untuk memecah belah kita, kita kuat karena perbedaan,” kata Ulfa.

Selain itu Ulfa juga menyampaikan kaitan erat antara demokrasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu). Pemilu memiliki kaitan yang sangat erat dengan demokrasi. Pemilu adalah salah satu perwujudan demokrasi, karena memungkinkan rakyat untuk memilih pemimpin dan wakilnya secara langsung, bebas, dan rahasia.

Dalam demokrasi, pemilu berfungsi sebagai sarana untuk memilih pemimpin yang akan menjalankan pemerintahan. Pemilu juga memungkinkan rakyat untuk mengontrol pemerintahan dan memastikan bahwa kekuasaan tidak terkonsentrasi pada satu orang atau kelompok.

Untuk diketahui kegiatan ini diikuti antusias oleh sejumlah masyarakat, Pengurus Rukun Tetangga, serta Itsiqomah sebagai pembawa acara. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA