Beberapa Wilayah Di Kutim Belum Merdeka Listrik

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Mei 2024 12:38 0 533 Redaksi

Sangatta – Listrik merupakan kebutuhan dasar dalam masyarakat, namun sayangnya tidak semua wilayah di Kutai Timur teraliri Listrik.

Salah satunya di desa Tepian Langsat yang saat ini masih bergantung pada mesin genset untuk menghasilkan Listrik, tentunya selain biaya nya yang membengkak karna membutuhkan minyak, warga juga di hadapkan dengan polusi asap yang di hasilkan oleh genset tersebut dan suara yang bising.

Tentunya ini harus menjadi prioritas pemerintah dalam mensejahterakan masyarkat Kutai Timur dalam pemerataan Pembangunan.

Tidak hanya Listrik, namun kebutuhan air bersih di desa ini juga cukup sulit, sehingga mengharuskan masyarakat untuk memanfaatkan air hujan dan membeli air galon yang harganya cukup tinggi yaitu Rp.50.000.

Warga Desa Tepian Langsat berharap perhatian yang serius dari Pemkab Kutim untuk memenuhi kebutuhan Listrik dan air bersih di desa mereka.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim) Joni sangat prihatin dengan kosndisi ini. Dimana harusnya setiap wilayah sudah Merdeka Listrik namun di desa tersebut masih terkendala dalam penyediaan Listrik dan air bersih. Tentunya ini bisa mempengaruhi banyak hal dalam aktifitas warga Desa Tepian Langsat.

Ia mengatakan bahwa sebelumnya ia telah membahas hal ini dengan pemeritah Kutim dan pihak – pihak terkait lainnya karna memang menurutnya desa tersebut sudah sangat layak untuk di aliri Listrik.

“Kemarin ada kita komunikasikan dengan pihak PLN, informasinya masih menunggu anggaran dari pusat,” ucap Joni pada awak Media, Rabu (1/5/2024).

“Kalau nanti dananya turun saya harap bisa diprioritas kan ya, karena memang itu desanya sudah layak, artinya sudah hamper menengah keatas ya, karena disana rata – rata punya kebun semua,” ungkap Joni Ketua DPRD Kutim.

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA