Fasilitas Tepung Pisang Selangkau Mangkrak, Diskepang Siapkan Evaluasi dan Penataan Ulang

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Sep 2026 09:53 0 18 Redaksi

Kutai Timur – Fasilitas pengolahan tepung pisang di Selangkau yang disebut belum dimanfaatkan menjadi perhatian baru Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kabupaten Kutai Timur, terutama karena fasilitas tersebut berkaitan dengan penguatan hilirisasi komoditas pisang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Diskepang) Kabupaten Kutai Timur Dyah Ratnaningrum mengatakan dirinya belum mengetahui secara menyeluruh kondisi fasilitas yang disebut berasal dari pengadaan Diskepang pada 2024 tersebut, sehingga evaluasi lapangan akan dilakukan untuk memastikan persoalan dan peluang pemanfaatannya.

“Nanti kita tinjau kembali, seperti saya kan belum tahu ini ya, kita tinjau kembali seperti apa, kalau memang ini harus kita manfaatkan,” kata Dyah.

Fasilitas tersebut disebut belum berjalan karena terkendala listrik, sementara Selangkau sendiri merupakan salah satu daerah penghasil pisang sehingga keberadaan fasilitas pengolahan seharusnya dapat mendukung pemanfaatan komoditas hingga ke tingkat hilir.

Dyah menilai persoalan fasilitas pengolahan tidak dapat dilepaskan dari keberlanjutan produksi di tingkat hulu, sebab hasil pertanian membutuhkan kepastian pengolahan agar peningkatan produksi tidak berhenti tanpa dukungan pasar dan industri.

“Di Selangkau ini sumber pisang, pisang di Selangkau, nah ini lagi kita juga harus garap hilirnya karena kalau tidak nanti hulunya berhenti,” ujarnya.

Ia mengatakan kondisi fasilitas tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut, termasuk memastikan sejauh mana proses pemanfaatannya telah berjalan dan apa saja persoalan yang menyebabkan fasilitas belum dapat digunakan secara optimal.

“Coba nanti kita evaluasi, kita evaluasi, masalah itu sudah jalan atau sementara gimana,” katanya.

Dyah menegaskan evaluasi juga diperlukan agar setiap langkah pemerintah dalam memanfaatkan fasilitas dilakukan secara tepat dan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama terkait aspek keamanan dan kepastian pelaksanaannya.

“Yang jelas kita itu dalam bekerja yang penting kita harus aman dulu, niat kita baik tapi ternyata enggak aman bagi kita kan enggak bagus juga, jadi harus baik dan benar,” tegasnya.

Evaluasi fasilitas tepung pisang Selangkau pun menjadi pekerjaan lanjutan Diskepang untuk memastikan aset dan program pemerintah dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong hilirisasi pisang agar potensi produksi di daerah tidak terhenti di tingkat hulu. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA