Target 100 Ribu Hektare Pertanian Kutim, Ketersediaan Sumber Air Jadi Tantangan

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 03:36 0 69 Redaksi

Kutai Timur – Target pengembangan 100 ribu hektare lahan pertanian di Kutai Timur diarahkan untuk memperkuat produksi padi, hortikultura, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mencapai swasembada pangan, tetapi realisasinya masih bergantung pada pemetaan potensi lahan dan kesiapan sumber air.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Kutai Timur Purno Edi, di Kantor DTPHP Kutim, mengatakan angka 100 ribu hektare tersebut perlu terlebih dahulu diidentifikasi berdasarkan potensi lahan dan komoditas yang dapat dikembangkan.

Menurutnya, pengembangan tidak hanya menyasar pembukaan lahan baru karena lahan pertanian yang sudah ada tetap dipertahankan, kemudian potensi baru dihitung bersama untuk menentukan luasan yang memungkinkan dikembangkan, termasuk lahan hijauan makanan ternak (HMT).

“Angka itu juga cukup fantastik sekali, artinya kita pertama potensinya, potensi ini kita identifikasi terlebih dahulu, bukan hanya padi tapi hortikultura serta peternakan,” jelas Purno.

Pemetaan tersebut menjadi penting karena target luasan yang besar harus disesuaikan dengan karakteristik lahan dan kebutuhan masing-masing sektor, sementara lahan untuk pakan ternak juga masuk dalam bagian yang perlu dihitung agar pengembangan pertanian dan peternakan dapat berjalan beriringan.

“Untuk yang existing itu juga kita pertahankan, nanti kita juga buka yang potensi, kemudian kita totalkan dari existing dan yang potensi ini untuk yang dikembangkan,” ujarnya.

Untuk pembukaan lahan baru, program cetak sawah turut mendapat dukungan melalui program nasional yang dilaksanakan di wilayah Kutai Timur dengan mitra pengerjaan dari TNI, sehingga pemerintah daerah dapat memanfaatkan dukungan tersebut untuk memperluas lahan produksi.

“Kalau pembukaan baru, alhamdulillah cetak sawah, cetak sawah ini kan juga terbantu oleh program nasional yang sama-sama lokasinya di daerah kita, kemudian yang melakukan pekerjaannya mitranya di TNI,” sebutnya.

Purno menekankan perlu adanya keterhubungan antara lahan yang sudah dicetak, ketersediaan sumber air, dan kebutuhan produksi agar perluasan areal tidak berhenti pada bertambahnya luasan sawah semata.

Pemerintah daerah menargetkan pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung sasaran swasembada pangan, dengan identifikasi potensi lahan menjadi tahap penting sebelum keseluruhan target dikembangkan. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA