Akses Jalan Jadi Kendala Utama Distribusi Pisang di Kaliorang

waktu baca 2 menit
Kamis, 13 Nov 2025 03:13 0 28 Redaksi

Kutai Timur – Di tengah tingginya produktivitas kebun pisang di Kecamatan Kaliorang, para petani masih berhadapan dengan persoalan besar dalam proses distribusi hasil panen mereka. Meskipun tanaman pisang tumbuh subur dan menghasilkan buah dengan kualitas yang cukup baik, tantangan infrastruktur membuat perjalanan dari kebun menuju jalan poros maupun ke lokasi pengepul menjadi tidak mudah. Kondisi ini terutama terasa saat musim hujan, ketika akses yang sebelumnya sudah sulit menjadi jauh lebih berat untuk dilalui.

Camat Kaliorang, Rusmono, mengungkapkan bahwa meski pasar pisang di wilayahnya tetap berjalan dan permintaan tidak pernah benar-benar menurun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa para petani sering mengalami hambatan transportasi yang berdampak langsung pada penghasilan mereka. “Kendala utama di lapangan adalah akses transportasi dari kebun ke jalan poros jalan utama penghubung antarwilayah atau ke tempat pengepul,” ujarnya.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika curah hujan tinggi, kondisi jalan menuju area perkebunan menjadi licin, becek, bahkan tidak dapat dilewati kendaraan pengangkut. Situasi ini membuat banyak buah pisang harus dibiarkan matang di pohon karena tidak mungkin dibawa keluar tepat waktu. “Saat musim hujan jalan menjadi becek sehingga banyak pisang yang matang di pohon dan tidak bisa dijual,” jelas Rusmono.

Padahal dari sisi produksi, para petani sebenarnya telah mampu menghasilkan buah berkualitas baik. Pasarnya pun relatif stabil, baik untuk kebutuhan lokal maupun pengiriman ke luar daerah. Namun tanpa perbaikan akses jalan pertanian, potensi ekonomi pisang di Kaliorang masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.

Rusmono berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap peningkatan infrastruktur jalan pertanian. Dengan akses distribusi yang lebih baik, para petani diyakini dapat meningkatkan pendapatan secara signifikan dan mendorong sektor pertanian lokal semakin berkembang. (SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA