Kutai Timur – Di wilayah Batu Ampar, desa-desa yang saling berjauhan dan dipisahkan oleh hutan serta jalan panjang menghadirkan tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya adalah memastikan setiap anak mendapatkan makanan bergizi secara merata. Meski kondisi geografis cukup berat, semangat pemerintah dan masyarakat untuk menyehatkan generasi muda tidak pernah padam. Mereka terus berupaya menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dapat menyentuh seluruh anak sekolah di pelosok desa.
Camat Batu Ampar, Suriansyah, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program tersebut di wilayahnya masih menemui hambatan teknis. “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) belum sepenuhnya berjalan karena kendala jarak antar desa dan standar dapur yang tinggi,” jelasnya. Kondisi ini membuat proses distribusi dan pengolahan makanan harus dipikirkan ulang agar sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sebagai langkah strategis, pemerintah kecamatan merencanakan keterlibatan pelaku kuliner lokal di masing-masing desa, khususnya di Batu Timbau dan Telaga. Dengan memanfaatkan kemampuan masyarakat setempat, penyediaan makanan bergizi bisa dilakukan lebih dekat dengan lokasi sekolah. Cara ini tidak hanya mempercepat distribusi, tetapi juga memberi kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan kesehatan anak-anak mereka.
Pendekatan desentralisasi ini dinilai lebih efektif untuk wilayah pedalaman yang menghadapi keterbatasan infrastruktur. Selain memastikan makanan tetap memenuhi standar kebersihan dan gizi, pola ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi kecil di desa.
Upaya tersebut menunjukkan komitmen Batu Ampar dalam membangun ketahanan pangan dan kesehatan sejak level terbawah. Di balik setiap piring nasi dan lauk sederhana yang disajikan, tersimpan harapan besar agar anak-anak di pedalaman tumbuh sehat, kuat, dan siap menjadi generasi penerus Kutai Timur yang lebih tangguh. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar