Kutai Timur – Riuhnya aktivitas pasar tumpah di kawasan perkotaan Kutai Timur kerap menyisakan persoalan klasik yang terus berulang dari waktu ke waktu. Di satu sisi, aktivitas ini menunjukkan betapa hidupnya roda perekonomian rakyat, terutama bagi pedagang kecil dan masyarakat yang menggantungkan sumber penghasilan mereka dari kegiatan jual beli sehari-hari. Pasar tumpah menjadi ruang ekonomi alternatif yang mudah dijangkau dan diminati warga karena menawarkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Namun, di balik geliat ekonomi tersebut, muncul pula berbagai dampak terhadap ketertiban dan kebersihan lingkungan yang tidak dapat diabaikan begitu saja. Aktivitas yang berlangsung di ruang publik secara langsung berpengaruh pada kenyamanan warga sekitar, khususnya mereka yang melintasi kawasan perkotaan saat jam-jam sibuk.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur, Nora Ramadani, mengungkapkan bahwa permasalahan pasar tumpah paling sering muncul di wilayah Sangatta Utara. “Permasalahan yang sering muncul terjadi di wilayah perkotaan, terutama di Sangatta Utara dengan hadirnya pasar tumpah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keluhan yang diterima pemerintah biasanya berkaitan dengan parkir kendaraan yang tidak teratur dan kerap memakan badan jalan. Selain itu, limbah basah dari pedagang daging ayam sering menimbulkan bau tidak sedap serta mengganggu kebersihan lingkungan, sehingga menurunkan estetika kota. Kondisi semacam ini secara perlahan berdampak pada kenyamanan masyarakat yang melintas maupun warga yang tinggal di sekitar lokasi pasar tumpah.
Melihat situasi tersebut, Disperindag Kutim menjadikan penataan pasar tumpah sebagai perhatian serius. Saat ini, rencana pembenahan dan penyusunan regulasi khusus tengah dipersiapkan sebagai solusi jangka panjang. Harapannya, ke depan tercipta keseimbangan antara kebutuhan ekonomi rakyat dan ketertiban kota Sangatta sehingga kegiatan perdagangan dapat tetap berjalan tanpa mengganggu fungsi ruang publik. (SH/ADV)
![]()

Tidak ada komentar