DPRD Kaltim Soroti Pasca Insiden Kebakaran Hotel Atlet

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Jun 2025 13:21 0 56 Redaksi

Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Ist)

Noisenews.co, Samarinda – DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) soroti I nsiden kebakaran yang menimpa Hotel Atlet milik Pemerintah Provinsi Kaltim (Pemprov) pada Rabu malam (18/6/2025).  Bangunan yang baru direnovasi dengan anggaran jumbo mencapai Rp 111 miliar ini, dan sedianya akan menjadi fasilitas akomodasi penting untuk berbagai kegiatan nasional, justru terbakar sebelum resmi beroperasi.

Kebakaran yang diduga berasal dari korsleting kabel induk di lantai dua ini terjadi sekitar pukul 21.50 WITA.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, yang langsung meninjau lokasi, tidak menyembunyikan keprihatinannya. Ia menilai peristiwa ini sebagai bukti nyata adanya kelemahan dalam sistem perawatan gedung milik pemerintah. 

“Renovasi boleh besar, tapi pengelolaan dan pemeliharaannya seringkali diabaikan. Ini bukan sekadar gedung, tapi aset provinsi yang dibangun dari uang rakyat,” tegas Sapto.

Sapto menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi Pemprov untuk memperbaiki secara menyeluruh sistem perawatan bangunan strategis di daerah. Ia bahkan akan mendorong agar Pemprov mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeliharaan rutin dan audit teknis secara berkala terhadap seluruh gedung milik daerah.

“Kita akan dorong pemeliharaan setiap tiga bulan. Harus ada jadwal tetap untuk cek kondisi gedung-gedung Pemprov. Jangan tunggu sampai terjadi hal seperti ini dulu,” lanjutnya. 

Sapto juga menyoroti fakta bahwa Hotel Atlet dirancang untuk menunjang kegiatan nasional, yang berarti standar keamanannya harus dipastikan sangat tinggi.

“Gedung ini tidak bisa setengah-setengah. Kalau memang diproyeksikan untuk event besar, maka standar keamanannya harus benar-benar siap,” tegas politisi Golkar ini. 

Ia juga menyerukan agar masyarakat tidak berspekulasi sebelum hasil investigasi resmi dari pihak berwenang diumumkan. DPRD Kaltim, melalui Sapto, berharap insiden ini dapat menjadi momentum bagi Pemprov untuk lebih serius dalam mengelola aset-aset daerah. (Rad/ADV/DPRD Kaltim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA