SANGATTA— Pemkab Kutai Timur (Kutim) menargetkan tingkat kemantapan jalan meningkat hingga 50–60 persen dalam tiga tahun ke depan. Pembangunan melalui skema Multiyears Contract (MYC) masih dibutuhkan untuk mengejar target tersebut, terutama pada ruas yang belum menghubungkan kawasan secara penuh.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi salah satu kebutuhan yang harus dikejar pemerintah daerah. Sejumlah ruas belum mencapai titik akhir sehingga akses antarwilayah belum sepenuhnya tersambung.
“Masih ada beberapa karena memang MY itu di antaranya untuk jalan memang yang kita butuhkan. Konektivitas jalan kita kan masih belum matang ini,” kata Ardiansyah.
Salah satu pekerjaan yang disebutnya masih perlu dilanjutkan berada di Kecamatan Sandaran. Pembangunan jalan di kawasan tersebut belum menjangkau hingga bagian ujung Desa Sandaran.
“Sandaran belum sampai ke Desa Sandaran ujung,” ujarnya.
Kondisi serupa juga masih ditemukan pada konektivitas jalan di Kecamatan Muara Bengkal. Menurut Ardiansyah, pembangunan di wilayah tersebut belum sepenuhnya mencapai titik yang dituju sehingga masih membutuhkan pekerjaan lanjutan.
Program MYC dinilai menjadi salah satu cara untuk menjaga kesinambungan pekerjaan pada ruas-ruas yang membutuhkan waktu pembangunan lebih panjang. Pemerintah daerah ingin pembangunan tidak berhenti sebelum jaringan jalan antarkawasan benar-benar terhubung.
Ardiansyah mengatakan peningkatan kemantapan jalan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Karena itu, pembangunan akan terus diarahkan pada ruas yang memiliki peran penting terhadap konektivitas antarwilayah.
“Saya berpikir mudah-mudahan dalam tiga tahun ke depan ini, paling tidak mantap jalan kita itu bisa naik ke 50 persen atau 60 persen, itu sudah bagus,” ujarnya.ADV
![]()

Tidak ada komentar