Verifikasi Data Ungkap Sangatta Utara Dengan Jumlah Keluarga Berisiko Tertinggi di Kutim

waktu baca 2 menit
Kamis, 20 Nov 2025 18:31 0 38 Redaksi

Kutai Timur – Kecamatan Sangatta Utara kembali menjadi sorotan setelah hasil verifikasi terbaru menunjukkan wilayah ini mencatat jumlah keluarga berisiko stunting tertinggi di Kabupaten Kutai Timur. Temuan tersebut menegaskan perlunya intervensi lebih intensif di kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan ini.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur menyampaikan bahwa kondisi kependudukan yang padat, ketimpangan sanitasi, dan variasi kualitas permukiman menjadi faktor yang memengaruhi tingginya angka keluarga berisiko di wilayah tersebut. Proses verifikasi lapangan pun dilakukan untuk memastikan seluruh data benar-benar sesuai kondisi riil masyarakat.

Kepala DPPKB Kutai Timur, Achmad Junaidi, mengungkapkan jumlah keluarga berisiko stunting di beberapa kelurahan dan desa di Sangatta Utara cukup signifikan.

“Saat diverifikasi diketahui bahwa data Kelurahan Teluk Lingga 897 KK, Desa Sangatta Utara 1.737 KK, Desa Singa Gembara 295 KK, dan Desa Suarga Barat 757 KK,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tingginya angka di Sangatta Utara juga terlihat jika dibandingkan dengan kecamatan lain di Kutai Timur.

“Dari total 11.000 KK berisiko di Kutai Timur, jumlah terbesar berada di Kecamatan Sangatta Utara. Kecamatan Bengalon berada di posisi kedua, disusul Sangatta Selatan, Teluk Pandan, dan Rantau Pulung,” jelasnya.

Menurutnya, data tersebut memiliki peran vital dalam menentukan arah program pemerintah ke depan, terutama dalam penanggulangan stunting yang memerlukan dukungan dari banyak sektor.

“Data ini penting karena akan digunakan untuk menentukan intervensi program lintas sektor seperti Dinas PU, Perkim, PDAM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial dalam percepatan penurunan stunting,” tegas Junaidi.

Melalui pemetaan yang lebih terarah ini, pemerintah daerah berharap program intervensi seperti penyediaan air bersih, sanitasi layak, bantuan sosial, hingga edukasi kesehatan dapat tepat sasaran dan memberikan perubahan nyata bagi keluarga berisiko.

Pemkab Kutai Timur menegaskan komitmennya untuk mempercepat penurunan stunting melalui kolaborasi menyeluruh, terutama di wilayah-wilayah dengan angka risiko tertinggi seperti Sangatta Utara.(SH/ADV)

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA