Pesona Karangan, Surga Tersembunyi di Kaki Gunung Beriun

waktu baca 3 menit
Minggu, 16 Nov 2025 02:58 0 48 Redaksi

Kutai Timur – Di antara rimbunnya hutan tropis dan deretan batu karst yang menjulang, Kecamatan Karangan menyimpan surga alam yang belum banyak tersentuh.

Keindahan alamnya bukan sekadar panorama, tetapi juga kisah tentang sejarah bumi, budaya, dan harapan baru bagi pariwisata Kutai Timur. Dari sumber air panas alami hingga gua purba dan gunung yang anggun, Karangan adalah potret keindahan yang menunggu waktu untuk dikenal dunia.

Di Desa Batu Lepoq, air panas alami memancar dari perut bumi, mengalir di tepi jalan desa yang sejuk dan rindang. Warga menyebutnya Air Panas Batu Lepoq, sumber geotermal yang tak pernah sepi pengunjung.

Lokasinya mudah dijangkau, menjadi tempat favorit bagi masyarakat untuk berendam dan melepas penat. Di tempat ini, alam seolah memeluk siapa pun yang datang dengan hangat.

Tak jauh dari sana, Gua Ara Raya berdiri sebagai saksi bisu masa lampau. Terletak di kawasan karst Karangan Dalam, gua ini merupakan bagian dari sistem Karst Sangkulirang–Mangkalihat, rumah bagi lukisan prasejarah manusia purba yang menyimpan nilai arkeologis luar biasa.

Cahaya yang menembus celah bebatuan menghadirkan suasana magis, menjadikan Gua Ara Raya tak sekadar tempat wisata, tapi juga ruang kontemplasi tentang perjalanan panjang peradaban manusia.

Sementara itu, Gunung Beriun di Karangan Dalam menjadi puncak yang mengundang para pendaki dan pecinta alam. Dengan ketinggian mencapai 1.261 meter di atas permukaan laut, gunung ini dikelilingi hutan tropis lebat dan batu karst yang kokoh.

Udara dingin, kabut yang turun perlahan, dan pemandangan hijau sejauh mata memandang menjadikan Gunung Beriun salah satu destinasi alam unggulan Kutai Timur yang layak mendapat perhatian lebih.

Camat Karangan, Madnuh, menyebut ketiga lokasi ini sebagai mutiara pariwisata Kutai Timur. Ia menilai potensi wisata Karangan sangat luar biasa, namun perlu ditata dan dikelola dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Potensi wisata di Karangan luar biasa. Sebelum dikembangkan lebih jauh, perlu ditata karena ada beberapa potensi besar seperti air panas di Desa Batu Lepoq, Gua Ara Raya, dan Gunung Beriun,” ujar Madnuh.

Ia menambahkan bahwa pengembangan wisata di Karangan harus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur pendukung.

Jalan menuju kawasan wisata, jalur antar kecamatan, hingga akses penghubung ke kabupaten lain perlu diperbaiki agar wisatawan dapat datang dengan mudah dan aman.

Madnuh menegaskan, jika akses jalan sudah tertata dan fasilitas pendukung terpenuhi, Karangan memiliki peluang besar menjadi kawasan wisata unggulan di Kutai Timur, bahkan di Kalimantan Timur.

Dengan alam yang indah, sejarah yang kaya, dan masyarakat yang ramah, Karangan sesungguhnya telah memiliki segalanya.

Yang dibutuhkan kini hanyalah sentuhan perhatian dan tata kelola yang serius agar keindahan alamnya tak hanya menjadi cerita bagi warga lokal, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh Kutai Timur. (SH/ADV).

Loading

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA