Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kembali membuka pembahasan terkait kemungkinan pembentukan Dinas Kebudayaan yang berdiri sendiri, menyusul adanya arahan dari pemerintah pusat mengenai penguatan kelembagaan di bidang budaya.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Padliansyah, menyatakan dukungannya terhadap rencana tersebut. Menurutnya, jika bidang kebudayaan berdiri sebagai dinas tersendiri, maka perhatian dan fokus kerja akan jauh lebih maksimal.
“Kalau memang bisa berdiri sendiri, tentu penanganan kebudayaan akan lebih terarah dan lebih konsentrasi,” ujarnya kepada awak media.
Saat ini, sektor kebudayaan masih berada dalam satu payung bersama urusan pendidikan di Disdikbud, yang membuat porsi perhatian dan program harus terbagi dengan tugas pendidikan yang lebih luas.
Padliansyah juga menilai, selain berdiri sendiri, kebudayaan sebenarnya sangat relevan jika dipadukan dengan sektor pariwisata. Menurutnya, kedua bidang tersebut saling berkaitan erat dan sulit dipisahkan.
“Budaya dan pariwisata itu sejalan. Kegiatannya banyak yang saling terhubung,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa Provinsi Kalimantan Timur sebelumnya telah menerima surat berisi arahan tentang penguatan struktur kelembagaan kebudayaan di daerah. Meski begitu, arahan tersebut tidak bersifat perintah langsung, melainkan sebagai rekomendasi untuk ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah.
“Ada arahan yang disampaikan, tapi bukan perintah langsung,” katanya.
Lebih lanjut, Padliansyah mengakui bahwa pembentukan dinas baru tentu berdampak pada penyesuaian anggaran, karena harus membuka pos baru dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Meski demikian, ia optimistis bahwa dengan komunikasi dan koordinasi yang baik bersama pemerintah pusat, langkah tersebut tetap memungkinkan untuk direalisasikan.
Dengan adanya struktur yang lebih khusus dan fokus, sektor kebudayaan di Kutai Timur diharapkan mampu berkembang lebih cepat dan lebih siap menghadapi tantangan pelestarian budaya ke depan.ADV

Tidak ada komentar